Hukum di negaraku bagai air
Mengalir tanpa arah dan ujung yang jelas
Arus dari segala penjuru beradu menyapu
Sedang tangan-tangan besar suka bermain di air keruh
Beribu kehausan
Datang dengan kerongkong kering
Menanti kiriman pelepas dahaga
Dari tangan-tangan yang tak pernah kering itu
Yang didapat bukanlah pelega
Seringkali hampa, sesekali malapetaka
Kerikil-kerikil sisa ampas dari genangan
Yang tersisa di hadapan
No comments:
Post a Comment