Kata-katamu bagai bumerang
Tak sadar dirimu yang kau serang
Kanan kiri kau coba goncang
Niatmu gamblang sudah terawang
Ke sana ke sini kau sibuk cari
Mengais-ngais rasa simpati
Sayang sejarah sudah terpatri
Prihatinmu tak lagi ada arti
Kau tabur bibit dinasti
Di atas fondasi tak berbukti
Jemarimu gatal beraksiSana sini kau tebar fantasi
Bukan waktumu lagi untuk ceriwis
Panggungmu sudah habis
Lebih baik melambai dengan manis
Daripada terlihat miris
No comments:
Post a Comment