Amarah membara-bara
Menekan dada
Membungkam rasa
Bagaikan bisa
Amarah terus terlintas
Udara bagai dirampas
Membuat sukar bernapas
Ingin rasanya menghempas
Amarah berapi-api
Dipenuhi keki
Diselimuti dengki
Diarungi benci
Amarah terus merebak
Bagaikan kerak
Tak bisa bergerak
Hanya meninggalkan retak
Amarah menggebu-gebu
Menutupi kalbu
Bagaikan kabut debu
Runcing bagai bambu
Semua karena amarah
Karena amarah kita merana
Marah, pasrah, dan tanpa arah
Karena marah datang bencana
No comments:
Post a Comment