Sunday, January 29, 2017

Karena Amarah

Amarah membara-bara
Menekan dada
Membungkam rasa
Bagaikan bisa

Amarah terus terlintas
Udara bagai dirampas
Membuat sukar bernapas
Ingin rasanya menghempas

Amarah berapi-api
Dipenuhi keki
Diselimuti dengki
Diarungi benci

Amarah terus merebak
Bagaikan kerak
Tak bisa bergerak
Hanya meninggalkan retak

Amarah menggebu-gebu
Menutupi kalbu
Bagaikan kabut debu
Runcing bagai bambu

Semua karena amarah
Karena amarah kita merana
Marah, pasrah, dan tanpa arah
Karena marah datang bencana

No comments:

Post a Comment